JURUSAN SYARI'AH

Jurnal Hukum dan
Pranata Sosial

AL IHKAM published by the Islamic Law Researcher Association (APHI) collaboration with Department of Sharia STAIN Pamekasan

ISSN (Print) 1907-591X
ISSN (online) 2442-3084

 

  • Workshop Penulisan Skripsi Mahasiswa semester VI Prodi AHS dan HES

  • Diklat Jurnalistik Kerjasama dengan PWI Kabupaten Pamekasan

  • Visitasi Pembukaan Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Magister Ekonomi Syariah (ES)

  • Wisuda 2016

  • STUDIUM GENERAL SEMESTER GENAP 2016/2017 JURUSAN SYARI`AH STAIN PAMEKASAN

Laboratorium Ilmu Falak

Problematika penentuan awal bulan qamariyah khususnya menjelang  datangnya  awal  bulan  Ramadan, Syawal  dan Dzulhijjah yang dijadikan pedoman umat Islam dalam penentuan ibadah menjadi problem klasik, tetapi selalu aktual. Terkategori klasik karena -secara historis- sejak zaman permulaan Islam, dan masa perkembangan Islam selanjutnya para sahabat, tabi'in, ulama dan pakar hukum Islam selalu menjadikan ketiga awal bulan tersebut sebagai pembahasan dalam penetapannya sampai sekarang.

Demikian pula problem tersebut menjadi wacana aktual karena berbagai para pakar  dari berbagai disiplin  ilmu baik ahli hisab rukyat, astronom dan ahli lainnya mengkaji dan membicarakan penentuan  ketiga  awal  bulan  tersebut sekaligus mencari upaya penyatuannya. Namun demikian, problem tersebut semakin dikaji semakin banyak pula muncul perbedaannya. Sedangkan apabila dilihat dari perspektif sistem dan metode perhitungannya, di Indonesia berkembang dua metode, yaitu pertama sistem  hisab urfi, dan kedua sistem hisab hakiki. Di Indonesia, dari dua sistem dan metode perhitungan awal bulan qamariyah tersebut, sistem hisab hakiki tumbuh dan berkembang sangat pesat. Secara kwantitatif, sistem dan metode hisab hakiki berkembang sampai mencapai lebih dari  35 sistem perhitungan.

Selain itu, masih banyak varian-varian di masyarakat yang menganut kepercayaan dan kenyakinan yang berbeda-beda dalam penetapan awal bulan. Di antara masyarakat berbeda-beda dalam mejadikan rukyat  sebagai pedoman, yaitu rukyat bil fi’li, rukyat regional, rukyat global, imkan rukyat 2 derajat, imkan rukyat di seluruh Indonesia, imkan rukyat MABIMS, dan imkan rukyat Istambul. Demikian juga terdapat masyarakat yang menggunakan perhitungan Urfi, perhitungan Aboge, dan perhitungan Asapon. Akan tetapi juga tidak dapat diingkari terdapat masyarakat  yang berpedoman pada penetapan Arab Saudi, Negara-negara Islam, atau hanya pada kenyakinan dan perhitungan tokoh dan kyai panutan. Perbedaan-perbedaan di atas menjadi sumber munculnya perbedaan dalam berhari raya idul fitri. Karena itu mencari solusi meminimalisi perbedaan tersebut menjadi keniscayaan. Untuk kepentingan itu, peningkatan kapasitas dan kemampuan keterampilan pelaksanaan rukyatul hilal dapat diupayakan dengan mengintegarasikan ilmu hisab rukyat dalam ilmu astronomi agar dapat meningkatkan kemampuan praktis pelaksanaan rukyatul hilal bagi sivitas akademika Jurusan Syariah STAIN Pamekasan di masa yang akan datang.

Secara umum, laboratorium ilmu falak ini bertujuan untuk mempersiapkan kelancaran kegiatan rukyatul hilal khususnya bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan: Meperoleh keilmuan praktis dalam melaksanakan rukyatul hilal secara tepat dan  akurat. Mengelaborasi legitimasi astronomisnya terhadap keberhasilan rukyatul hilal.

Hasil polling sementara

Terimakasih atas partisipasi Anda untuk mengikuti polling kami bulan ini. Tunggu polling-polling selanjutnya di website kami.

Bagaimana penapat anda tentang web jurusan syariah yang baru?

Sangat Baik
66.7 %
Baik
20.8 %
Cukup
4.2 %
Kurang
8.3 %
Link Terkait
Statistik Pengunjung
Online : 1 User
Total Hits : 31406 Hits
Hari Ini : 24
Kemarin : 53
Bulan Ini : 1278
Tahun Ini : 11714
Total : 26453